Bayi Lahir Tanpa Anus di Manggarai Butuh Uluran Tangan

Andy Liany - Rabu, 15 November 2023 15:45 WIB
Bayi Lahir Tanpa Anus di Manggarai Butuh Uluran Tangan
istimewa
bulat.co.id -Seorang bayi di Desa Compang Cibal, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kelainan tidak mempunyai lubang anus sejak lahir. Untuk buang air besar, bayi berusia 48 hari ini terpaksa melalui lubang yang dibuat di perut sebelah kiri.

Marselino Tasman, demiakin nama bayi itu yang merupakan buah hati pasangan suami istri Hyronimus (49) dan Fransiska Uwel (29 ), tak seperti anak normal lainnya. Bayi laki-laki yang baru berusia 48 hari ini tidak bisa buang air besar melalui anus.

Ayah Marselino, Hyronumis menceritakan dua pekan sebelum anaknya lahir ia dan istri pernah ke rumah sakit untuk USG dan saat itu tidak ada masalah sampai pada saat proses persalinan di Postu Compang Cibal.

Hyronimus menjelaskan, Marselino lahir secara normal pada Rabu, 18 Oktober 2023 pada pukul 10.00 Wita. Saat itu berat Marselino 3 Kg dengan panjang badan 50 cm.

Proses lahiran anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Hironimus dan Fransiska Uwel ini dibantu dua orang bidan yang bertugas di Postu setempat.

"Pada saat pulang anak saya ini menangis dan belum ada dia buang air. Pada saat itu kami lihat mukanya sudah agak lain begitu. Lalu kemudian ibunya tidak sengaja periksa-periksa di badanya hingga ke bagian lubang anus dan ternyata tidak ada lubang anus disitulah saya panik," kata Hyronimus saat diwawancara.

Khawatir dengan kondisi buah anaknya, Hyronimus lantas meminta pertolongan ke dua orang bidan yang membantu lahiran Marselino. Saat diperiksa oleh bidan tersebut barulah diketahui kalau anaknya tidak mempunyai lubang anus. Bidan itu pun menyarankan agar Marselino segera dibawa ke Rumah Sakit Ben Mboi Ruteng.

"Sampai di sana (Rumah Sakit) kami tiba sekitar pukul 01.30 Wita, langsung ditangani oleh dokter. Setelah itu besoknya dokter bilang bahwa ini anak harus dioperasi sementara," ungkapnya.

Sementara ayah Marselino, Hyronimus menjelaskan, pasca menjalani operasi dokter menyarankan untuk membuat BPJS mandiri agar bisa dioperasi dengan membuat lubang BAB sementara. Alhasil proses itu berjalan dengan lancar berkat upaya dari dokter di RS Ben Mboi Ruteng.

"Pada saat operasi ini anak tidak BPJSnya, lalu dari rumah sakit dianjurkan untuk buat BPJS mandiri sementara makanya dia bisa operasi, itu dengan ibunya itu saya bayar satu bulan Rp. 70.000. Terus kurang lebih kami satu minggu lebih di rumah sakit setelah itu dokter bilang sudah bisa pulang," ujarnya.


"Sebelum kami pulang dari rumah sakit, saat itu dokter bilang, operasi ini hanya bersifat sementara, jadi nanti harus operasi lanjutan, dokter bilang kalau nanti sudah siap operasi lanjutan supaya saya buat surat rujukan antara di Kupang atau di mana begitu," lanjutnya.

Sejak saat itu hingga kini operasi lanjutan untuk buah hati Hyronimus belum bisa dilakukan lantaran terkendala biaya. Apalagi kata dia, dokter menyarankan agar anaknya itu harus operasi di luar daerah dan membutuhkan biaya besar.

Hyronimus yang berprofesi sebagai petani mengisahkan, jangankan biaya hidup sehari-hari membeli kantong kolostomi untuk buah hatinya saja ia dan istri tak mampu, apalagi dengan harga cukup mahal.

"Saya ini betul-betul tidak punya apa-apa tidak punya penghasilan makan saja susah. Untuk beli kantong untuk tampung BAB saja itu, tadi saya kaget harga kantong 1 biji 65.000, saya tidak jadi beli. Sementara anak saya ini satu hari harus butuh satu kantong. Karena itu harus diganti setiap hari. Karena kendala saya dan keluarga sekarang ini karena habis stok kantong, saya sudah bingung mencari cara agar bisa membelinya kembal," imbuhnya.

Penulis
: Ven Darung
Editor
: Andy Liany
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru