Menjadi Penggerak, FISIP UNWIRA Gelar Sistem Pemilihan Umum Raya Pertama di NTT

Andy Liany - Selasa, 30 April 2024 15:40 WIB
Menjadi Penggerak, FISIP UNWIRA Gelar Sistem Pemilihan Umum Raya Pertama di NTT
istimewa
Menjadi Penggerak, FISIP UNWIRA Gelar Sistem Pemilihan Umum Raya Pertama di NTT
bulat.co.id - Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, pertama kali gelar kampanye kandidat Pemilihan Umum Raya (PEMIRA), di aula FISIP UNWIRA, pada hari Senin, (29/4/24).

Kampanye ini diselenggarakan langsung oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) FISIP UNWIRA Kupang.

Kampanye para kandidat PEMIRA ini dihadiri oleh semua mahasiswa FISIP UNWIRA, dengan tujuan untuk memilih dan menilai pasangan calon yang ingin di pilihnya.

Diketahui pada tahun-tahun sebelumnya, sistem pemilihan ketua BEM, DPM maupun HMPS dalam lingkup UNWIRA harus melalui Rapat Umum Anggota Rua (RUA).

Pada praktiknya, sistem pemilihan ketua dalam organisasi mahasiswa harus melalui musyawarah mufakat forum anggota RUA. Namun, hal ini justru dilakukan berbeda oleh mahasiswa FISIP UNWIRA.

Ketua BEM FISIP, Rudo Walo Mango menilai bahwa, sistem parlementerary dalam RUA dewasa ini tidak lagi efektif untuk di terapkan, karena dinilai sangat tidak demokratis dan partisipatif.

Lelaki yang kerap disapa Rudo ini menjelaskan bahwa, sistem parlementary yang di pakai oleh senat saat ini sangat membatasi hak mahasiswa untuk memilih.

"hal ini dikarena dalam RUA hanya mahasiswa delegasi saja yang berhak memilih, sedangkan dalam PEMIRA semua mahasiswa berhak untuk memilih dan dipilih secara demokratis" ucap Rudolfus.

Sementara itu, Dekan FISIP, Dr. Frans Bapa Tokan, M.A., menyatakan bahwa sistem PEMIRA ini pertama kali dicetuskan oleh FISIP UNWIRA di Provinsi NTT.

Ia menyampaikan bahwa, hal ini diterapkan untuk merespon undang-undang dan peraturan kementrian yang ada tentang organisasi mahasiswa.


Untuk merespon hal itu, Dekan FISIP tersebut menjelaskan bahwa sistem PEMIRA yang di gerakan oleh Mahasiswa FISIP UNWIRA INI, sama halnya dengan sistem demokrasi presidensial yang ada dalam suatu negara.

"Kami mengadopsi sistem demokrasi yang diterapkan oleh negara, sehingga diharapkan semua mahasiswa FISIP mempraktekkan langsung politik praktis yang demokratis dan partisipatif di kampus", ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa, dengan menerapkan sistem PEMIRA ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi fakultas lain di UNWIRA dan seluruh kampus NTT untuk menerapkan hal yang sama.

Penulis
: Riki Cowang
Editor
: Andy Liany
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru