bulat.co.id -
JAKARTA | Inflasisecara
bulanan ataumonth to monthpada Juli 2023 sebesar 0,21% atau terjadi
kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 115 pada Juni 2023 menjadi 115,24
pada Juli 2023. Inflasi secara tahunanyear on year(y-on-y) sebesar
3,08% dan tingkat
inflasi tahun kalender Juni 2023 sebesar 1,45%.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), komoditas
penyumbang inflasi secara bulanan terbesar adalah angkutan udara dengan andil
0,06%, daging ayam ras dengan andil 0,04%, cabai merah dengan andil 0,03%,
bawang putih dengan andil sebesar 0,02%.
Baca Juga :Kunjungan ke Chengdu, Jokowi Berhasil Gaet Investasi US$ 11,5 Miliar dari Industri Kaca Tiongkok
Kemudian, beberapa komoditas dengan andil 0,01%
seperti biaya sekolah dasar, telur ayam ras, biaya sekolah menengah atas, biaya
sekolah menengah pertama, rokok kretek filter dan kentang.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS
Pudji Ismartini, Selasa (1/8/2023), mengatakan, terlihat bahwa inflasi juli
2023 secara bulan ke bulan lebih tinggi dibandingkan inflasi Juni 2023 yang
sebesar 0,14%. Namun lebih rendah jika dibandingkan dengan Juli 2022 yang saat
itu inflasinya mencapai 0,64%.
Apabila dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran,
maka inflasi pada Juli 2023 ditopang oleh kelompok transportasi dengan inflasi
0,58% dan andil 0,08%. Diikuti kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan
tembakau memiliki andil 0,06%. Kelompok ini mengalami inflasi 0,22% pada Juli
2023. Ketiga yaitu kelompok pendidikan dengan andil 0,04%, kelompok ini
mengalami inflasi 0,66% pada Juli 2023.
Baca Juga :Temukan Penyelewengan Elpiji 3 Kg, Lapor Ke Call Center Pertamina di 135
Sedangkan bila dilihat berdasarkan wilayah, tercatat
77 kota mengalam inflasi yang terbagi dalam 46 kota mengalami inflasi di atas
inflasi nasional dan 31 kota di bawah inflasi nasional sedangkan 13 kota
mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di Manokwari yaitu 1,43%, sedangkan
deflasi terdalam Tual sebesar 0,5%.
"Komoditas penyumbang inflasi di Manokwari yaitu
angkutan udara (0,48%), ikan segar (0,34%), beras (0,23%), sirih (0,17%), cabai
rawit (0,14%)," kata Pudji dalam konferensi pers. (dhan/bs)