bulat.co.id -
ASAHAN | Suasana
di kebun milik Untung (50), petani, warga Dusun III, Desa Ledong Timur,
Kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan, yang terletak di Dusun II, Desa Leidong
Timur, Kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan, mendadak heboh, Kamis (20/7/23)
sore. Pasalnya, HA (17), seorang
remaja warga Dusun IV, Desa Leidong Timur,
Kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan, ditemukan
tewas tergantung di pohon
Damuli.
Informasi yang diperoleh awak media
ini, Jumat (21/7/23), korban yang masih berusia belasan tahun ini ditemukan
sudah dalam keadaan meninggal dunia di kebun milik Untung. HA ditemukan dengan
kondisi tergantung menggunakan seutas tali nilon dilehernya dan ujung tali yang
satu lagi diikatkan ke cabang Pohon Damuli setinggi 4 meter.
Baca Juga :Tiga Bulan Diperbaiki, Jembatan Titi Besi Galang Rusak Lagi
Kapolres Asahan, AKBP Rocky Hasuhunan
Marpaung SH SIK MH melalui Kapolsek Pulo Raja, AKP Maralidang Harahap
mengatakan, penemuan jasad korban berawal dari informasi yang diperoleh
personil tentang adanya penemuan jasad diareal perkebunan. Menerima informasi
tersebut, jelas Maralidang Harahap, personil yang dipimpin Kanit Reskrim, Ipda
R Edi Lubis pun turun ke lokasi.
"Saat personil tiba, korban
ditemukan dengan kondisi tergantung di atas Pohon Damuli," kata Rocky Hasuhunan
Marpaung melalui Maralidang Harahap.
Terang Maralidang Harahap, sebelumnya
pada Minggu (16/7/23), korban bertengkar dengan kakak kandungnya Feti Vera,
karena korban selalu minta uang. Setelah kejadian tersebut, ujar Maralidang
Harahap, kemudian korban pergi meninggalkan rumah dan tidak pulang ke rumah
selama 4 hari.
"Kemudian, keluarga melakukan pencarian
dan pada Kamis (20/7/23) sore 16.00 WIB, korban HA ditemukan Untung dalam
keadaan gantung diri menggunakan tali nilon di Pohon Damuli di ladang miliknya,"
ujar Maralidang Harahap.
Baca Juga :Kapal Motor Tenggelam di Madura, Dua Orang Tewas dan Dua Hilang
Melihat penemuan korban tergantung,
Maralidang Harahap menuturkan, Untung pun memberitahukan warga dan selanjutnya
oleh warga dan disaksikan personil Polsek Pulo Raja dan pihak Puskesmas, korban
langsung diturunkan dan membawa korban ke rumahnya di Dusun IV, Desa Ledong
Timur, Kabupaten Asahan.
"Dari hasil pemeriksaan luar
terhadap tubuh korban oleh pegawai Puskesmas Aek Ledong, tidak ada ditemukan
tanda-tanda kekerasan," beber Maralidang Harahap.
Tinggalkan Dua Lembar Surat
Maralidang Harahap mengatakan,
didalam kamar korban ditemukan dua lembar surat berisikan tulisan "Mamah aku pigi
maaf aku jadi beban". "Maaf semua bagi siapapun yg nemu ini berarti aku mati,
Selamat semua. Maaf aku jadi beban, aku uda gagal dalam hidup. Aku milih mati
karena capek nangis tiap malam karena aku gagal dalam semua urusan. Selamat
Tinggal Jgn Nanges Yh. Mohon jaga mamah ayah. Aku uda gagal nyengin
mereka".
"Orangtua korban menerangkan bahwa
korban memiliki riwayat kesehatan mengidap sakit lambung," ujar Maralidang
Harahap.
Sambung Maralidang Harahap, dari
keterangan keluarga diperoleh kalau korban menyakini bahwa kejadian tersebut
murni gantung diri dan keluarga korban keberatan untuk dilakukan tindakan medis
berupa autopsi.
Baca Juga :Pencuri Mobil di Medan Ditembak Polisi Gegera Melawan saat Ditangkap
"Keluarga korban juga membuat surat
pernyataan tidak dilakukan autopsi terhadap jasad korban," jelas Maralidang
Harahap.
Maralidang Harahap menuturkan, jasad
korban malam itu juga langsung dikebumikan di pekuburan umum yang terletak di
Desa Ledong Timur, Kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan.
"Barang bukti yang diamankan yakni 2
lembar surat berisikan tulisan lebih baik mati dan permintaan maaf korban
kepada orang tua dan keluarga, 1 buah tas gendong berisikan pakaian korban dan
1 utas tali nilon," ungkapnya.